Pages

Pages

Pages - Menu

Selasa, 29 Maret 2011

Update Status Facebookmu Melalui Via Yang Kamu Inginkan





Pilih dan Klik Via Update Status yang diinginkan.
Setelah Membuka halaman baru, anda dapat menuliskan apa yang anda pikirkan.
setelah itu klik publish untuk menampilkan status di dinding Anda.





Macam – Macam Status
via HP princess of darkness
via Gantungan Kunci
via STAGE
via I Love U
via Hati yang terluka
via HP Presiden
via HP orang ganteng
via Kandang Monyet
via Mobil Tinja
via ciumlah bibirku
via Kopaja
via Recycle Bin
via Vega R
via Teletubbies
via MS Paint
via Waroeng Soto
via Batu
via Sendal Jepit
via Web Cinta
via Green Land
via Amazon Kindle
via KEBINGUNGAN
via Kandang Ayam
via Adobe Photoshop
via pemikiran saya
via Sem..Mbarang
via Hatiku yang Terdalam
via Mr.Kribo
via pengembara sejati
via Kangen kamu
via Protected by Kaspersky Lab
via CD kosong
via warungkopi
via Kucing Garong
via ṡαиģ ρεиαќℓυќ ©ιиτα™
via SPEAKER KELURAHAN
via Heart to Heart
via Sebatang Rokok Sampoerna A_Mild
via Batu Akik
via ICU
via Setrikaan
via Semak-Semak
via Mesin Cuci
via Bibir Merah Merona
via toilet
via share-up
via Perasaan
via PointBlank
via FBI Privia Hati Yang Luka
vate Server

via England Fans
via Hati Pacarku
via INTER MILAN
via Stand Up And Scream
via Warkini-Net
via Lubang Hidung
via Batu







==>>Pake Applikasi yang Bisa Di Add sama Orang Banyak
Menggunakan HP
Mengunakan Laptop/PC

==>>Status Anda Ingin Di BOM Like..??'
Klik Link Ini:
Bom Like HP

==>>Situs Biro Jodoh..?' Tergantung Anda Yang Menilai, Atau cuman sekedar Iseng2an saja...
Klik Linknya ya Gan:
Cari Jodoh

==>>Cara menambahkan kotak suka di Blog
Like Button

==>Cara Tahu Siapa Yg Menghapus Anda dari Teman Facebook
Langkahnya:
* Kunjungi: who.delete (Siapa Yang Menghapusku)
* Klik login with facebook.
* ikuti langkah selanjutnya…

==>>Cara Menampilkan Halaman dan Grup
Klik Ini Untuk Menampilkan Halaman Group

==>>Cara Melihat Halaman Yang Kita Buat
Klik Disini

==>>Cara Mencar Orang di Facebook yang nama belakangnya sama dengan Anda
Klik Disini

==>>Solusi Jika Facebook Anda Di Hack (Yah Mudah2an sedikitnya Biasa Membantu Anda :')
- Buka url dibawah ini :
Disini
- Isi Form tersebut, kalau sudah klik Kirim.
- Nanti atau dalam beberapa hari, akan ada balasan melalui email dari pihak facebook. Cek Email anda.
- Selesai !!! Selamat mencoba ... ^_^

==>> Cara Terbaru & Simpel membuat status Biru
Tulis Kode Di Bawah
@@[0:[0:9: Teks Kamu ]]


Belajar Mencintai Sesuatu Yang Berharga


Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya.
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.


Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi.
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi.
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”.
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya.
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap.
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung.
Pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari.
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan.
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya.
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba.

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang.

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya

Demikianlah sangat jelas kasih seorang ibu utk anaknya Betapapun jahat si anak, ia tetap mengasihi sepenuh hidupnya.

Marilah kita mengasihi orang tua kita masing masing selagi kita masih mampu
karena mereka adalah sumber kasih Allah bagi kita di dunia ini

Sesuatu untuk dijadikan renungan utk kita..

Agar kita selalu mencintai sesuatu yang berharga yang tida k bisa dinilai dengan apapun.

Kisah Tentang CinTa


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan,
Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan
akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.
"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat
membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."

Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian
dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta.

Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.

"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.

"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori
perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.

"Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta.

"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja ...." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!"

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat
Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta
sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.
Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.

"Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu," kata orang itu.

"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang
mengenalku pun enggan menolongku," tanya Cinta heran.

"Sebab," kata orang itu, "Hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ....