Pages

Pages

Pages - Menu

Selasa, 22 Februari 2011

JanGaNlah Kau BersediH SauDarikU



Saudariku ....
Hapuslah air matamu
Hadapi hidup ini dengan tabah
Serahkan semua urusan kepadaNya

Saudariku ....
Di saat duka melanda jiwa dan menguras air mata
Cobalah lihat di sana ....
Di gubuk-gubuk liar
Di kolong kolong jembatan
Di rumah-rumah kumuh
Di negara-negara yang sedang kekeringan
Di negara yang sedang dilanda perang
Cobalah lihat ....
Mereka yang mengais makanan
Mereka yang merendahkan tangan mengharapkan uluran tangan

Saudariku ....
Hapuslah air matamu
Tabahkanlah hatimu
Cobalah lihat di sana ....
Seorang ibu sendirian karena suaminya meninggal dunia
Seorang anak yatim kehilangan ayahnya karena musibah yang melanda
Seorang istri yang ditinggal suami karena perang

Saudariku ....
Senyumlah ....
Mari kita mencari ridhoNya
Mari kita raih hidup bahagia dengan doa dan usaha
Mari kita berjuang dengan bekal iman di dada
Mari kita tantang matahari dengan tekad membaja
Mari kita hadapi hidup
Seperti semut hitam di malam gelap gulita
Mencari makan untuk anak-anaknya
Marilah .... saudariku
Hapuslah air matamu ....
Senyumlah .... !

Saudariku ....
Janganlah bersedih
Cobalah lihat di sana ....
Betapa banyak anak-anak gadis
Tersia-sia hidupnya, karena salah mengartikan cinta
Memberikan segalanya pada yang dicintai
Meninggalkan bekas yang tak mudah dihapus sejarah hidupnya

Saudariku ....
Coba lihat di sana ....
Gadis gadis yang terlena karena cinta membara
Melupakan sesuatu yang mesti dijaga
Meninggalkan luka yang tak mudah dihapus tinta sejarah hidupnya

Saudariku ....
Di lain tempat dan di lain waktu
Ada sepasang calon suami istri
Yang amat sederhana ... dengan mas kawin ala kadarnya
Sejadah panjang mengukir hidupnya
Dan alas tikar seadanya menjadi hamparan tidur keduanya
Coba lihat itu .....

Saudariku ....
Jangan bersedih
Hapuslah air matamu ....
Mari bersyukur kepadaNya
Karena kau dijauhi dari kejadian yang mereka alami
Mari kita bersujud atas karuniaNya
Rezeki yang berkah
Kematangan jiwa yang semakin mantap
Keteguhan iman yang semakin kuat
Sabar dan syukur yang mengikat

Saudariku ....
Senyumlah ....
Di balik senyummu ada karuniaNya
Di balik senyummu ada bahagia
Di balik senyummu ada sedekah
Di balik senyummu ada keikhlasan
Di balik senyummu ada istana kerinduan

Saudariku ....
Apa yang ada padamu sekarang ini
Adalah karunia Allah
Yang tidak semua orang menerimanya
Yang tidak semua orang merasakannya
Yang tidak semua orang mendapatkannya
Yang tidak semua orang memilikinya
Yang tidak semua orang mampu menggapainya

Saudariku ....
Jikapun ada kekurangan yang kau terima
Atau merasa ada yang belum tercapai
Atau merasa hidup begitu membosankan
Atau merasa orang lain lebih darimu dari harta, kedudukan atau pendidikan
Dan semua itu menjadi hatimu sedih

Coba lihat ....
Orang yang ada di bawahmu
Orang yang tidak berpendidikan
Orang yang mencari sesuap nasipun susah
Orang yang berumah beratap langit
Orang yang berjalan tanpa alas kaki
Orang yang kemana-mana hanya berjalan kaki
Dan banyak lagi orang yang dari berbagai segi
Sangat kekurangan ...!

Bukan untuk menangisinya
Bukan untuk menghinanya
Bukan untuk mentertawakannya
Tapi menjadi bahan pembelajaran
Untuk menatap hidup agar lebih baik dari kemarin
Untuk bersyukur kepadaNya bila memdapat karunia
Dan bersabar bila mendapat cobaan !

Saudariku ....
Tersenyumlah ....
Doaku menyertaimu ... !


http://www.facebook.com/profile.php?id=100000274277112&sk=notes&s=10

CiNta Dan PeRniKaHan


Suatu hari Plato Bertanya pada Gurunya,
“Apa itu Cinta??Bagaimana saya dapat menemukannya??”
Gurunya menjawab, “Ada ladang Gandum yang luas didepan sana, Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali !! “
“Kemudian ambillah satu ranting saja, Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan Cinta”
Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama dia kembali dengan tangan kosong tanpa membawa apapun.
Gurunya bertanya, “Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting??”
Plato menjawab, “Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (Berbalik), Sebenarnya aku menemukan yang paling menakjubkan, tetapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut, Saat ku melanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi dan sebelumnya, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya .
Gurunya kemudian menjawab, “Jadi ya itulah Cinta...”
Dihari yang lain, Plato bertanya lagi pada Gurunya, Apa itu Pernikahan?? Bagaimana saya dapat menemukannya??
Guru pun menjawab,”Ada hutan yang subur didepan sana, berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (Menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pilihan saja, dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu pernikahan,,,”
Plato pun menjawab, “Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajahi hampir setengah hutan,ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini aku lihat pohon ini dan kurasa tidaklah buruk2 amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya.
Gurunya pun kemudian menjawab, dan itulah pernikahan,,
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya didalam lubuk hati. Ketika daapt menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan Cinta, maka yang didapat adalah kehampaan, Tiada sesuatupun yang didapat dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah Cinta Apa Adanya!!
Perkawinan Adalah kelanjutan dari Cinta, adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan pernikahan itu,,,karena sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya, dan hanya Allah yang berhak atas segala kesempurnaan-Nya,,


http://www.facebook.com/note.php?note_id=137235846305366

AjaRiLah Aku Ya Allah


Ya Allah ...
ajarilah aku untuk terus bersyukur
bahkan sampai diriku ada dalam keadaan paling teraniaya
ajarilah aku agar terus menjadi orang baik
bahkan ketika dunia tak sanggup lagi tersenyum


ajari aku Ya Allah ...
agar selalu bisa tertawa setelah menangis
agar bisa selalu bangkit setelah kejatuhan
agar bisa terus berjalan, walau aral melintang di depan sana ...
agar tidak pernah menyerah, walau hampir mati sekalipun


ajari aku Ya Allah ...
agar tidak pernah kehilangan cinta
agar tidak kehilangan kepercayaan
bahwa masih ada hal-hal baik di dunia ini
yang masih patut untuk diperjuangkan ...


ajari aku Ya Allah ...
agar tidak menjalani hidup yang sia-sia


ajari aku Ya Allah ...


http://www.facebook.com/note.php?note_id=131449203584804

Kisah TentanG Cinta


Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak. Ada Cinta, Kesedihan,
Kekayaan, Kegembiraan, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan
akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri.
Cinta sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak mempunyai perahu.

Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air makin naik
membasahi kaki Cinta. Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang mengayuh perahu.

"Kekayaan! Kekayaan! Tolong aku!" teriak Cinta.
"Aduh! Maaf, Cinta!" kata Kekayaan, "perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat
membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagipula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini."

Lalu Kakayaan cepat-cepat mengayuh perahunya pergi. Cinta sedih sekali, namun kemudian
dilihatnya Kegembiraan lewat dengan perahunya.

"Kegembiraan! Tolong aku!", teriak Cinta.

Namun Kegembiraan terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama lewatlah Kecantikan.

"Kecantikan! Bawalah aku bersamamu!", teriak Cinta.

"Wah, Cinta, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori
perahuku yang indah ini." sahut Kecantikan.

Cinta sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak-isak. Saat itu lewatlah Kesedihan.

"Oh, Kesedihan, bawalah aku bersamamu," kata Cinta.

"Maaf, Cinta. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja ...." kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. Ia merasakan air makin naik dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, "Cinta! Mari cepat naik ke perahuku!"

Cinta menoleh ke arah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat
Cinta naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya.

Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan Cinta dan segera pergi lagi. Pada saat itu barulah Cinta
sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu.
Cinta segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu.

"Oh, orang tua tadi? Dia adalah Waktu," kata orang itu.

"Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang
mengenalku pun enggan menolongku," tanya Cinta heran.

"Sebab," kata orang itu, "Hanya Waktu-lah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari Cinta itu ..

http://www.facebook.com/note.php?note_id=137235612972056